LAPORAN MAGANG/PRAKTEK LAPANG “PEMELIHARAAN (TM)TANAMAN MENGHASILKAN KELAPA SAWIT DI PT. SIL UNIT SELUMA”

LAPORAN MAGANG/PRAKTEK LAPANG “PEMELIHARAAN (TM)TANAMAN MENGHASILKAN KELAPA SAWIT DI PT. SIL UNIT SELUMA” 

 Oleh : BAMBANG ARSYIOGI 
NIM : E1J008070



 PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
 JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN 
UNIVERSITAS BENGKULU TAHUN 2012



RINGKASAN
 BAMBANG ARSYIOGI .
Pemeliharaan (TM) Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit Di PT. SIL Seluma. (Dibimbing oleh Dr. Ir. Catur Horison, M.Sc dan Dr. Ir. Mucharromah, M.Sc.

Penunasan merupakan kegiatan memangkas pelepah yang tidak aktif lagi untuk fotosintesis. Selain itu juga untuk menjaga keseimbangan fisiologi tanaman dan sanitasi serta mempermudah pemanenan. Alat yang digunakan adalah egrek sedangkan kapak digunakan untuk memotong pelepah yang telah dipangkas. Dalam penunasan perlu diperhatikan jumlah pelepah yang harus ditinggalkan di setiap pohon, guna terpeliharanya jumlah kanopi pelepah yang sangat berpengaruh terhadap kegiatan fotosintesis pada tanaman Pemupukan pada tanaman kelapa sawit membutuhkan biaya yang cukup besar yaitu sekitar 40% – 60% dari total pemeliharaan. Oleh karena itu, agar tercapai hasil pemupukan yang optimal maka pupuk yang digunakan harus sesuai dengan rekomendasi yang telah ditetapkan. Gulma adalah semua jenis tumbuhan yang pertumbuhan dan perkembangannya tidak dikehendaki dalam pengelolaan perkebunan. Sasaran pokok pengendalian gulma adalah menciptakan lingkungan tumbuh tanaman utama yang optimal agar pekerjaan pemeliharaan lainnya dapat dengan mudah dilakukan (pemupukan, pengendalian HPT, panen) sehingga diperoleh tingkat produksi yang optimal. Pengendalian gulma sendiri ada yang secara chemist maupun manual, secara chemist adalah serangkaian kegiatan pengendalian gulma pengganggu tanaman utaman dengan menggunakan herbisida (bahan kimia). Pengendalian secara manual yaitu kegiatan pengendalian gulma dengan mendongkel atau menggaruk. Jenis material chemist yang digunakan adalah : herbisida, pre emergence herbicide, post emergence herbicide. Herbisida dibedakan menjadi herbisida kontak dan sistemik. Herbisida kontak yang mempunyai daya mematikan setiap bagian tumbuhan yang terkena langsung (kontak). Bahan ini langsung merusak sel / jaringan tumbuhan yang masih hidup dan hampir tidak dialirkan (ditransformasikan) ke seluruh jaringan tanaman. Herbisida ini ampuh merusak bagian tumbuhan terutama yang mempunyai butir hijau daun. Setelah bagian tumbuhan disemprotkan akan terlihat kerusakan jaringan (necrosis). Herbisida ini akan efektif jika digunakan terhadap tumbuhan semusim. Setiap jenis pestisida harus digunakan dengan tepat dan teliti sesuai dengan rekomondasi yang dikeluarkan oleh produsennya (antara lain mengenai dosis, waktu, alat aplikasi) disatu pihak, serta ketentuan-ketentuan cara aplikasinya yang tidak membahayakan bagi kesehatan dilain pihak. Sehubungan dengan itu antara lain ada beberapa faktor yang sangat perlu diperhatikanyaitu :mengenai petugasnya, alat-alat pelindung yang dipergunakan, serta tindakan penjagaan sebelum, selama dan setelah aplikasi. Pengendalian gulma di sekitar piringan tanaman kelapa sawit yang menggunakan gramozon yang berbahan aktif gramaquat. Kegiatan di areal TM ini dibimbing langsung oleh Asisten Manager, asisten divisi dan mandor Lapangan masing-masing divisi . 

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan petunjuk, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan magang Agroekoteknologi di PT. Sandabi Indah Lestari (SIL) di Seluma. Laporan magang disusun sesuai dengan kegiatan yang di lakukan selama magang di PT. Sandabi Indah Lestari (SIL) yang membahas tentang pemeliharaan pada (TM) Tanaman Menghasilkan kelapa sawit di PT. SIL Unit Seluma, pengambilan data-data melihat langsung ke tempat pemeliharaan PT. SIL (Sandabi Indah Lestari) unit Seluma, dan berwawancara langsung dengan pembimbing lapang dan staf beserta karyawan yang berhubungan dengan kegiatan ini dan Laporan magang ini merupakan langkah terakhir dari kegiatan magangyang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan di Program S1 Agroekoteknologi. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada : 
1. Ir. Sumardi, MP sebagai Ketua Program Studi Agroekoteknologi.
 2. Ir. Dr. Catur Horison, MSc selaku Dosen Pembimbing Magang.
 3. Hendri Lubis, SP dan Suripto, SP selaku Pembimbing Lapang beserta staf dan karyawan PT. SIL Seluma yang berperan penting dalam proses magang ini. 
4. Rekan-rekan kelompok magang Agroekoteknologi tahun 2012 di PT. SIL unit Seluma (Yelvi Ernawati, Hellianti Pennita, Donda Novrika dan Reka Purnama S) Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan proposal magang ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan pendapat dari semua pihak demi perbaikan selanjutnya.Akhirnya penulis berharap semoga laporan magang ini dapat bermanfaat bagi semua. 
Bengkulu, Februari 2012 


BAMBANG ARSYIOGI

DAFTAR ISI
Halaman Ringkasan………………………………………………………………………..............
Kata Pengantar………………………………………………………............................…...………3 
Daftar Isi………………………………………………………..……………..…............................3
Daftar Gambar……………………………………...………………………..........................…….. 4
Daftar Tabel…………………………………………………………………............................…… 
Daftar Lampiran……………………………………………………………….............................…. Pendahuluan……………………………………………………….…...…........................................5 
a. Latar Belakang………………………………………………………............................................5
 b. Tujuan………………………………………………………………............................................8 
c. Manfaat ………………………………………………………..........................................………8 
11. Gambaran Umum Tempat Magang………………..………........................................…………9
 111. Metode / Cara Kerja………………………………..……........................................…………15
 1V. Hasil dan Pembahasan…………….………………………………...........................................17 
V. Kesimpulan dan Saran………………………………..........................................……………….27 
Daftar Pustaka…………………………………………….........................................………….…..28


BAB I PENDAHULUAN

 A. Latar Belakang
Kelapa sawit adalah tanaman perkebunan/industri berupa pohon batang lurus dari famili Palmae. Tanaman tropis ini dikenal sebagai penghasil minyak sayur yang berasal dari Amerika. Brazil dipercaya sebagai tempat di mana pertama kali kelapa sawit tumbuh. Dari tempat asalnya, tanamanini menyebar ke Afrika, Amerika Equatorial, Asia Tenggara, dan Pasifik Selatan. Benih kelapa sawitpertama kali yang ditanam di Indonesia pada tahun 1984 berasal dari Mauritius, Afrika. Perkebunan kelapa sawit pertama dibangun di Tanah Hitam, Hulu Sumatera Utara oleh Schadt (Jerman) padatahun 1911. Klasifikasi kelapa sawit adalah sebagai berikut : Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Palmaceae Sub keluarga : Cocoideae Genus : Elaeis Spesies : Elaeis guineensis Jacq Menurut Syukur (1984), tanaman kelapa sawit (Elaeisguineensis Jacq) adalah salah satu bahan tanaman penghasil minyak nabati. Dari segi pemuliaan tanaman, kelapa sawit termasuk tanaman menyerbuk silang dan dari segi pembungaan tanaman kelapa sawit tergolong tanaman berumah satu (monoecious) dimana tandan bunga jantan dan betina muncul secara terpisah pada satu tanaman yang sama. Daun kelapa sawit merupakan daun majemuk. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Penampilannya sangat mirip dengan tanaman salak, hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. Batang tanaman kelapa sawit diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun. Setelah umur 12 tahun pelepah yang mengering akan terlepas sehingga menjadi mirip dengan tanaman kelapa. Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi. Jenis perakaran pada kelapa sawit ada empat macam yaitu akar sekunder, kuartener, tersier, dan primer. Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Buah terdiri dari tiga lapisan: a) Eksoskarp, bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin. b) Mesoskarp, serabut buah c) Endoskarp, cangkang pelindung inti Pemeliharaan kelapa sawit merupakan salah satu bagian penting dari komponen produksi. Dalam kegiatan pemeliharaan, pemupukan merupakan faktor yang penting dalam meningkatkan produksi dan kualitas produk. Menurut Sutarta et al. (2003), pemupukan yang baik mampu meningkatkan produksi hingga mencapai produktivitas yang standar sesuai dengan kelas kesesuaian lahannya. Menurut Adiwiganda dan Siahaan (1994), pemupukan kelapa sawit bertujuan menambah unsur-unsur hara yang kurang dipasok tanah, yang diperlukan untuk pertumbuhan vegetatif yang normal dan produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang optimal. Kebutuhan hara antara Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM) tentunya berbeda. Pemupukan pada TBM bertujuan untuk pertumbuhan vegetatif, sedangkan pada TM bertujuan untuk memproduksi TBS yang optimal. Tanaman kelapa sawit di Indonesia merupakan tanaman yang komoditas unggulan. Sehingga terbukti memberikan sumbangan besar bagi perekonomian Indonesia. Bagi Indonesia, kelapa sawit memiliki arti penting karena mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan sebagai salah satu sumber penghasil devisa negara. Sampai saat ini Indonesia merupakan salah satu produsen utama minyak sawit Crude Palm Oil (CPO) di dunia selain Malaysia dan Nigeria dengan rata-rata produktivitas 2,6 ton CPO/ha/tahun (Fauzi et al., 2008). Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak makan, margarin, sabun, kosmetika, industri baja, kawat, radio, kulit dan industri farmasi. Minyak sawit dapat digunakan untuk beragam kegunaan karena keunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik (Sastrosayono, 2003) Perkembangan perkebunan kelapa sawit terus meluas seiring dengan meningkatnya permintaan minyak nabati di berbagai belahan dunia. Luas perkebunan rakyat pada tahun 2007 mencapai 44,48 persen dari total luas areal. Perkebunan rakyat juga memiliki tingkat produktivitas yang tergolong rendah jika dibandingkan dengan perkebunan besar nasional (PBN) dan perkebunan besar swasta (PBS) (Nugroho, 2008). Perkembangan kelapa sawit yang menunjukkan daya saing yang tinggi sehingga kelapa sawit menjadi komoditas ekspor yang penting di Indonesia. Kualitas dan kuantitasnya harus terjaga dengan baik, untuk itu dibutuhkan pemeliharaan yang baik dan intensif dalam pembudidayaannya. Aspek – aspek pemeliharaan yang penting dalam budidaya kelapa sawit adalah pemupukan, pengendalian gulma dan penunasan. Selain itu ada pemeliharaan yang bersifat konsolidasi seperti pengamatan individu tanaman, perbaikan tempat tumbuh (perbaikan pokok yang tumbuh miring, pemupukan ekstra selektif), pemeliharaan parit dan pemeliharaan badan jalan. Pemupukan kelapa sawit dapat dibagi menjadi dua tergantung dari usia tanaman, yaitu pada masa (TBM) tanaman belum menghasilkan dan (TM) tanaman menghasilkan. Luasan lahan perkebunan kelapa sawit yang besar mengakibatkan kebutuhan output, waktu, dan sumberdaya manusia cukup tinggi, hal ini akan mengakibatkan pengeluaran yang besar pada perkebunan kelapa sawit. Pemupukan kelapa sawit harus dilakukan dengan efektif dan efisien untuk menekan pengeluaran. Setiap perkebunan sawit memiliki cara atau teknik memupuk yang berbeda-beda. Hal ini dikarenkan perbedaan lahan dan kebijakan perkebunan yang berbeda sehingga teknik-teknik yang diterapkan tidak sama. Pada laporan magang ini saya membahas tentang pemeliharaan (TM) Tanaman Menghasilkan kelapa sawit di PT.Sandabi Indah Lestari Unit Seluma Desa Lunjuk Kecamatan Seluma Barat Kabupaten Seluma. B. Tujuan Magang a. Mengetahui proses dan cara pemeliharaan yang baik dan benar pada (TM) Tanaman Menghasilkan di PT. SIL UNIT Seluma. b. Mengetahui dan mempelajari kegiatan apa saja yang di lakukan pada (TM) Tanaman Menghasilkan kelapadi PT.SIL Unit Seluma. C. Manfaat Magang Manfaat dari pelaksanaan magang di PT. Sandabi Indah Lestari (SIL) Unit Seluma ini adalah : 1. Memperoleh gambaran tentang proses-proses atau kegiatan yang dilakukan di perusahaan kelapa sawit khususnya TM (Tanaman Menghasilkan). 2. Memperoleh pengalaman kerja secara langsung sehingga dapat digunakan sebagai bekal bagi mahasiswa ketika terjun di dunia kerja.


 BAB II 
GAMBARAN UMUM LOKASI MAGANG

 A. Gambaran Umum PT. SIL Unit Seluma
1. Letak dan Luas Wilayah Secara geografis,
letak lokasi PT. SIL unit Seluma terletak pada 54° 00’8 LU, E 102o 27’21,6 LB, E 102o 30’36 LT, dan S 4o 03’54 LS. Luas wilayah secara keseluruhan 2.812 Ha dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : a) Sebelah Timur, berbatasan dengan desa Lunjuk b) Sebelah Barat, berbatasan dengan PT. Agri Andalas c) Sebelah Utara, berbatasan dengan desa Rena Panjang d) Sebelah Selatan, berbatasan dengan desa Talang Prapat dan Purbasari Desa-desa yang termasuk di dalam wilayah PT. Sandabi Indah Lestari (SIL) unit seluma ada 9 desa, yaitu desa Talang Perapat, Lunjuk, Rena Panjang, Padang Pelasan, Talang Tinggi, Pagar Agung, Sengkuang, Purbasari, dan Tumbu’an.
 2. Topografi Wilayah Kondisi topografi Wilayah Kecamatan Seluma Barat terdiri dari dataran, daerah bergelombang dan daerah berbukit yang berada pada ketinggian ± 98 MDPL. Pembagian wilayah berdasarkan topografi adalah sebagai berikut :
1. Daerah dataran sampai berombak 80%.
2. Daerah berombak sampai berbukit 20%.
3. Keadaan Iklim Iklim diwilayah Kecamatan Seluma Barat pada umumnya sama dengan kecamatan lainnya yang ada diwilayah Kabupaten Seluma yaitu beriklim tropis yang masih dipengaruhi oleh musim kering. Suhu udara rata-rata harian mencapai 28° C - 30° C dengan kelembaban rata-rata sekitar 30%. Curah hujan rata-rata pertahun adalah 114 hari hujan.
4. Keadaan Tanah Umumnya jenis tanah yang paling dominan diwilayah Kecamatan Seluma Barat adalah jenis tanah podsolik merah kuning(PMK)yang ditandai dengan warna merah kuning bercampur pasir dan berbatu. Jenis tanah ini dimanfaatkan penduduk setempat sebagai lahan pertanian serta pemukiman.

 B. Keadaan Umum PT. Sandabi Indah Lestari (SIL) Unit Seluma

1. Sejarah singkat berdirinya Perusahaan Sebelum menjadi PT. Sandabi Indah Lestari (SIL) Unit Seluma, perusahaan perkebunan ini bernama PT. Way Sebayur yang merupakan perusahaan yang menjalankan usaha perkebunan komoditi kakao. PT. Way Sebayur mengalami staknasi atau mengalami kredit macet dengan bank BNI 46 sehingga diambil alih oleh pemerintah Pusat. Karena itu untuk mengembalikan kerugian perusahaan maka PT. Way Sebayur bermitra dengan Lembaga Pembiayaan (BNI 46). Dan ternyata dalam proses pembangunannya PT. Way Sebayur mengalami kegagalan sehingga pihak PT. Way Sebayur tidak bisa mengembalikan kredit pada bank BNI 46. Dengan kejadian tersebut maka dari pihak bank mengambil langkah penyelamatan dengan menyita perusahaan tersebut beserta aset-asetnya sehingga secara otomatis PT. Way Sebayur secara legalitas dibawah pengawasan bank BNI 46 (Pemerintah Pusat). Dalam hal ini, untuk mengembalikan utang piutang yang menjadi beban dari PT. Way Sebayur maka Pemerintah melakukan proses pelelangan yang dalam hal ini dimenangkan oleh PT. SIL yang bertepatan pada bulan Februari tahun 2010. Sejak kemenangan itu, seluruh aset PT. Way Sebayur berpindah tangan sepenuhnya dibawah manajemen PT. SIL. Pembangunan perkebunan sawit ini tidak serempak dilakukan karena pada areal perkebunan kelapa sawit milik PT. Way Sebayur dahulunya telah ditanami oleh masyarakat sekitar perusahaan tersebut seperti tanaman karet, sawit dan tanaman lainnya. Dalam pembebasan lahan milik masyarakat, PT. SIL bersama dengan pemerintah daerah melakukan sosialisasi kepada masyarakat (desa) dengan cara menggantirugi tanaman mereka. Luasan areal perkebunan PT. Sandabi Indah Lestari (SIL) unit Seluma seluas 2.812 Ha yang telah dibebaskan dari pertanaman masyarakat setempat. Dalam aktivitasnya, PT. SIL mengambil tenaga kerja dari desa setempat dengan tujuan untuk menciptakan dan meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat dan membuka lapangan disekitar perusahaan. Tenaga kerja yang berkerja di PT. SIL unit seluma sebanyak ± 95 % berasal dari masyarakat setempat dan tenaga kerja yang bekerja di perusahaan ini sebanyak 470 orang. Tingkat pendidikan tenaga kerja dimulai dari tamatan SD, SMP, SMA/sederajat dan S1/sederajat.

 2. Visi dan Misi Perusahaan
 a) Visi
1. Meningkatkan taraf hidup masyarakat (sosial ekonomi)
2. Memajukan daerah-daerah sekitar perusahaan
 3. Membina masyarakat sehingga masyarakat mengetahui cara berkebun dengan teknologi yang modern.

 b) Misi Dengan berdirinya perusahaan ini kami berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar pada umumnya, sebagai sumbangsih perusahaan kepada masyarakat setempat dengan metode CSR (Company Sustainable Respontibility) dengan cara memperkerjakan masyarakat setempat demi tercapainya kesejahteraan masyarakat setempat, karyawan maupun bagi perusahaan tersebut serta meningkatkan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) secara Khususnya.
Struktur Organisasi Perusahaan Perusahaan perkebunan PT. Sandabi Indah Lestari (SIL) unit Seluma dipimpin oleh seorang Manager yang bertugas untuk memanejemen aktivitas kegiatan yang ada di perusahaan dan bertanggung jawab terhadap General Manager. Dalam melaksanakan tugasnya, Manager dibagi menjadi 2 bagian yaitu Manager Tanaman dan Manager Umum. Manager Tanaman yang tugasnya adalah yang bersangkutan dengan semua teknis budidaya, sedangkan Manager Umum tugasnya adalah menangani masalah-masalah non teknis seperti masalah pembebasan lahan dan permasalahan di kantor. Selain itu, Manager juga membawahi Assisten Manager, Assisten Manager membawahi Assisten Afdeling I dan Assisten Afdeling II, Assisten Persiapan Lahan, Assisten Persiapan Tanaman, asisten pemeliharaan dan Assisten Pembibitan. Kegiatan operasional lapangan pada tiap-tiap wilayah kebun dipimpin oleh seorang General Manager (GM) yang membawahi beberapa Assisten Afdeling. Setiap Assisten Afdeling dalam melaksanakan kegiatannya dibantu oleh mandor yang tugasnya menangani dan memimpin petugas pengawas lapangan pada tiap-tiap blok. Fungsi pengawas adalah mengawasi, mengatur dan mengarahkan para karyawan kebun tentang kegiatan-kegiatan dilapangan serta memberikan masukan kepada atasan mengenai situasi yang terjadi dilapangan terutama yang berhubungan dengan teknis dan kinerja para karyawan.
4. Sarana dan Prasarana Perusahaan Usaha memperlancar seluruh kegiatan di perkebunan, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai, sarana tersebut bisa seperti rumah pegawai manajemen, kantor dan fasilitas kerja, tempat ibadah, sekolah, rumah pegawai serta beberapa kendaraan yang bisa memfasilitasi para pegawai dan karyawan guna meningkatkan efektivitas kerja seperti yang dapat dilihat pada tabel berikut : 

Tabel 2.
Sarana dan prasarana No Jenis Bangunan Jumlah/Unit Kondisi A Kantor Central 1. Kantor Kebun 1 Baik 2. Kantor Koperasi Karyawan 1 Baik 3. Work Shop Kebun 1 Baik 4. Gudang BBM Kebun 1 Baik 5. SD 1 Baik B Perumahan Central 1. Mess Manager 1 Baik 2. Mess Regional Controller 1 Baik 3. Mess Mill Manager 1 Baik 4. Mess Staf C, D dan E 8 Baik 5. Barak Karyawan 6 pintu/Unit 6 Baik 6. Masjid 1 Baik C Bangunan Divisi 1. Kantor Divisi 1 Baik 2. Koperasi 1 Baik 3. Gudang Pupuk/material 1 Baik 4. Mess staf 4 Baik 5. Camp Div I 1 Baik 6. Rumah Mesin 3 Baik 7. Dapur Umum 1 Baik Tabel 3. Sarana Alat Berat dan Kendaraan No Jenis Kendaraan/Alat Berat Jumlah/Unit Kondisi A Kendaraan 1. Truk Dump 1 Baik 2. Truk kayu (PS 100) 1 Baik 3. Taft Hiline 1 Baik 4. Hunter 2 Baik 5. Tractor (MF-365) 1 Baik 6. Sepeda motor (Honda Win 100) 9 Baik B Alat Berat 1. Buldozer (D-65) 1 Baik
Sumber : Data inventarisasi PT. SIL unit Seluma (2012) 

BAB III PELAKSANAAN MAGANG

 A. Tempat Pelaksanaan Kegiatan Magang dilaksanakan di PT. Sandabi Indah Lestari (SIL) Unit Seluma, yang beralamat di jalan Desa Lunjuk, Kecamatan Seluma Barat, Kabupaten Seluma.
 B. Metode Pelaksanaan Cara atau metode yang digunakan pada pelaksanaan magang adalah : 
1. Observasi Observasi atau pengamatan secara langsung di lapangan pada saat proses dan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. 
2. Wawancara Wawancara langsung dengan staf atau karyawan yang berkaitan dengan proses, dan hal-hal yaang belum dimengerti untuk menggali informasi lebih banyak. 
3. Praktek Kerja Terlibat langsung dalam proses dan kegiatan yang diperbolehkan oleh perusahaan.
 C. Pelaksanaan Kegiatan Magang Magang dilaksanakan mulai pada hari selasa 10 Januari 2012 dan diakhiri pada tanggal 28 Januari 2012. Kegiatan magang dimulai setiap pukul 08.00 WIB - 14.00 WIB, dengan mengikuti hari kerja yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu hari senin sampai dengan hari sabtu. 
 D. Teknik Pengumpulan Data 
1) Wawancara langsung tentang perusahaan dan berwawancara yang berkaitan dengan proses di pembibitan, wawancara dilaksanakan untuk mengenali informasi memperjelas data yang diperoleh.
 2) Pencatatan mendapatkan data dari sumber pimpinan PT. SIL Unit Seluma, sejarah-sejarah berdirinya perusahaan, struktur organisasi dan data lainnya, dan sumber-sumber yang dapat di pertanggung jawabkan dan mendukung kegiatan praktek magang. 
3) Pelaksanaan magang terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan pada (TM) tanaman menghasilkan seperti sanitasi pelepah dan herbisida yang ada di PT. SIL Unit Seluma.
 4) Observasi mengadakan pengamatan langsung dilokasi praktek lapangan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan yang berhubungan dengan kegiatan pemeliharaan TM (tanaman menghasilkan) kelapa sawit di PT.Sandabi Indah Lestari unit Seluma.
 5) Studi pustaka di lakukan dengan mencari informasi dari buku tentN ang pemeliharan pada tanaman menghasilkan kelapa sawit.

 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan-kegiatan pada (TM) tanaman menghasilkan kelapa sawit meliputi: 
1. PENUNASAN/SANITASI PELEPAH
Penunasan merupakan kegiatan memangkas pelepah yang tidak aktif lagi untuk fotosintesis. Selain itu juga untuk menjaga keseimbangan fisiologi tanaman dan sanitasi serta mempermudah pemanenan. Alat yang digunakan adalah egrek sedangkan kapak digunakan untuk memotong pelepah yang telah dipangkas. Dalam penunasan perlu diperhatikan jumlah pelepah yang harus ditinggalkan di setiap pohon, guna terpeliharanya jumlah kanopi pelepah yang sangat berpengaruh terhadap kegiatan fotosintesis pada tanaman.







Gambar 1. 
Sanitasi Pelepah Yang Baik Kegiatan ini adalah memangkas pelepah tanaman kelapa sawit yang menaungi daerah jalan. Tujuannya supaya jalan tidak terlindungi oleh cabang-cabang kelapa sawit, sehingga cahaya matahari dapat menembus langsung ke bagian badan jalan, dan pada musim hujan kelembaban tanah cepat diatasi. Penunasan merupakan kegiatan pemotongan pelepah daun tua atau tidak produktif. Penunasan bertujuan untuk mempermudah kegiatan panen, pengamatan buah matang, penyerbukan alami, pemasukan cahaya dan sirkulasi angin, mencegah brondolan buah tersangkut di pelepah, sanitasi dan menyalurkan zat hara ke bagian lain yang lebih produktif. 2. Pemupukan Tanaman Pemupukan pada tanaman kelapa sawit membutuhkan biaya yang cukup besar yaitu sekitar 40% – 60% dari total pemeliharaan. Oleh karena itu, agar tercapai hasil pemupukan yang optimal maka pupuk yang digunakan harus sesuai dengan rekomendasi yang telah ditetapkan. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk majemuk NPK Mg, dengan rotasi pemupukan dibagi menjadi 3 periode dalam waktu 1 tahun. Agar pupuk yang diberikan unsur hanya dapat diserap oleh tanaman secara maksimal maka perlu diperhatikan pengaplikasiannya sesuai dengan pengertian 4 tepat yaitu : -Tepat Jenis : Pupuk yang diberikan sesuai unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. - Tepat Dosis :Jumlah pupuk yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman. -Tepat Waktu dan Frekuensi :Pelaksanaan pemupukan harus sesuai jadwal yang telah ditetapkan - Tepat Cara : Penempatan pupuk harus sesuai dengan ketentuan sehingga penyerapan unsur hara akan maksimal. Gambar 3. Pemupukan Kompos Gambar 4.Sawit yang sudah di pupuk dengan Kompos Ada dua cara aplikasi pupuk yaitu sistem pocket (benam) dan sistem tebar. Sistem benam dengan membuat 3 (tiga) lubang pada piringan dengan jarak 21 cm dari pangkal batang tanaman kelapa sawit, dosis pupuk sebanyak 3 kg/pohon kemudian dibagi dan dimasukkan ke dalam lubang yang telah dibuat dan setelah itu lubang ditutup kembali. Sistem tebar cukup hanya dengan menebarkan pupuk di dalam piringan pokok. Menentukan jenis pupuk yang akan diberikan pada tanaman kelapa sawit menghasilkan dengan melakukan penelitian seperti analisa daun, analisa tanah dengan memperhatikan kondisi alam yang dilakukan oleh dengan dosis pada setiap blok dan pemakaian pupuk sesuai dengan hasil dari analisa tanah dan daun. Pohon kelapa sawit memerlukan banyak unsur hara tanaman untuk pertumbuhan daun dan pembentukan tandan buah.Tanaman muda lebih memerlukan nitrogen untuk pertumbuhan vegetatifnya.Sedangkan pada tanaman yang mulai menghasilkan, akan lebih memerlukan Kalium.Kalium akan diserap oleh tanaman untuk membuat pembentukan tandan buah menjadi lebih banyak dan membesar sesuai usianya.
























 Gambar 5
. Siklus Pupuk kelapa sawit Sasaran Pemupukan  Memberikan tanaman sawit unsur hara yang memadai sehingga pertumbuhan vegetatif-nya sehat agar memiliki ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit.  Pembentukan buah maksimum sehingga pada akhirnya akan memberikan produktifitas yang tinggi.  Pemberian pupuk harus terintegrasi antara pupuk mineral dan pupuk organik 3. Pengendalian Gulma Gulma adalah semua jenis tumbuhan yang pertumbuhan dan perkembangannya tidak dikehendaki dalam pengelolaan perkebunan. Sasaran pokok pengendalian gulma adalah menciptakan lingkungan tumbuh tanaman utama yang optimal agar pekerjaan pemeliharaan lainnya dapat dengan mudah dilakukan (pemupukan, pengendalian HPT, panen) sehingga diperoleh tingkat produksi yang optimal. Pengendalian gulma sendiri ada yang secara chemist maupun manual, secara chemist adalah serangkaian kegiatan pengendalian gulma pengganggu tanaman utaman dengan menggunakan herbisida (bahan kimia). Pengendalian secara manual yaitu kegiatan pengendalian gulma dengan mendongkel atau menggaruk. Jenis material chemist yang digunakan adalah : herbisida, pre emergence herbicide, post emergence herbicide. 











Gambar 6. Penyemprotan Gulma Gambar 7. 
Pencampuran Herbisida Herbisida sendiri dibedakan menjadi herbisida kontak dan sistemik. Herbisida kontak yang mempunyai daya mematikan setiap bagian tumbuhan yang terkena langsung (kontak). Bahan ini langsung merusak sel / jaringan tumbuhan yang masih hidup dan hampir tidak dialirkan (ditransformasikan) ke seluruh jaringan tanaman. Herbisida ini ampuh merusak bagian tumbuhan terutama yang mempunyai butir hijau daun. Setelah bagian tumbuhan disemprotkan akan terlihat kerusakan jaringan (necrosis). Herbisida ini akan efektif jika digunakan terhadap tumbuhan semusim. Contoh : Paracol, Gramoxon. Herbisida sistemik yaitu herbisida yang mempunyai sifat peracunan secara sistemik atau herbisida ini mempunyai daya rusak setelah diserap dan diedarkan ke seluruh bagian jaringan tumbuhan. Bahan aktif yang disemprotkan melalui daun akan masuk ke dalam jaringan tanaman melalui mulut daun dan ditranskolasikan ke seluruh jaringan tumbuhan. Contoh : Round up, Bios. Alat semprot yang umum dipakai adalan jenis knapsack sprayer dengan nozzle polyjet berwarna merah. Untuk menjamin agar semua tempat piringan tersemprot rata dengan herbisida, maka tekanan diatur konstan dengan kecepatan jalan orang menyemprot 2 Km/jam (15 detik/piringan). Pengendalian gulma yang terlalu sering secara kimiawi mengakibatkan terjadinya suksesi atau perubahan populasi gulma yang dominan. Hal ini sekarang nampak jelas dikebun-kebun misalnya hanya dijumpai dua atau tiga jenis gulma tertentu yang menguasai ruang lingkupnya. Gambar 8. alat semprot/hand sprayer Gulma tumbuh hampir dimana saja dan keberadaannya tidak diinginkan di area perkebunan karena akan bersaing dan berebut unsur hara, menyumbat saluran drainase yang dapat menyebabkan areal terendam air, menyulitkan evakuasi hasil panen dan pada akhirnya menurunkan produktifitas kebun. Penyiangan Manual 1. Gawangan Gambar 9 . Gawangan kelapa sawit • Kelas penutup tanah W3 yaitu 70% kacangan dan 30% rumput lunak tetap bebas lalang dan anak kayu. 1x /2-3 bln. • Manual : rumput lunak dibabat. 0,5 HK/ha.1x/3 bln. 2. Piringan Gambar 10. Piringan kelapa sawit • Manual : dengan cara garuk piringan. 1x/1-1,5 bln • TM 1 dan 2, jari-jari 2 m. 1,5-2 HK/ha. • TM 3 dst, jari-jari 2,5 m. 2-2.5 HK/ha. 1x /3 bln. Penyiangan Chemis/Penggunaan Pestisida . Setiap jenis pestisida harus digunakan dengan tepat dan teliti sesuai dengan rekomondasi yang dikeluarkan oleh produsennya (antara lain mengenai dosis, waktu, alat aplikasi) disatu pihak, serta ketentuan-ketentuan cara aplikasinya yang tidak membahayakan bagi kesehatan dilain pihak. Sehubungan dengan itu antara lain ada beberapa faktor yang sangat perlu diperhatikan, yaitu :mengenai petugasnya, alat-alat pelindung yang dipergunakan, serta tindakan penjagaan sebelum, selama dan setelah aplikasi. Berdasarkan asal dan sifat kimianya: a. Pestisida Sintetik . Anorganik ( contoh : garam-garam beracun, seperti Arsenat, Fluorida). a. Hidrokarbon barchlor ( contoh : DDT & analognya, MIC, Siklodion). b. Meterosilclik (contoh : Strobane, Mirex, Kepone). c. Fosfat organik (contoh : Parathion, Malathion, Abate fenithrothion). d. Karbonat (contoh : Carbaryl, Arprocarp, Carbofuran). e. Nitrofenol (contoh : DNOC atau Dinitrocresol). f. Thiosianat (contoh : Lethane). g. Sulfonat (contoh : Sulfida). h. Sulfon (contoh : Ovex atau ovotran). i. Lain-lain (fimigan), (contoh : Metilbromida). b. Pestisida asal tanaman. a. Nicotionida (contoh : Nicotin ) b. Pyrathroida (contoh : Pyrathrum). c. Retonoida (contoh : Rotenon) c. Berdasarkan reaksinya : a. pestisida kontak (contoh : Paraquat) b. pestisida siatemik (contoh : Roud-up). Banyak jenis tanaman yang tumbuh di kebun sebagian tidak berbahaya sedang yang lainnya kompetitif atau berbahaya, yang berbahaya harus dikendalikan atau dimusnahkan. Tanaman dapat diklasifikasikan dalam kategori berikut : Kelas A : Tanaman yang mungkin dianjurkan Kelas B : Tanaman yang biasanya berguna tetapi kadang kadang perlu dikendalikan Kelas C : Tanaman yang tidak di ingini yang harus dimusnahkan 2. Peralatan Weeding Control a. Knapsac Sprayer. Ada dua (2) jenis unit yang ada dan baik untuk difgunakan yaitu bahan yang terbuat dari logam dan plastik propylene b. Nozzle. Nozzle sangat penting karena bersamaan dengan tekanan pompa untuk menentukan jumlah dan kualitas larutan yang keluar. Nozzle terbuat dari kuningan, stainless steel, alumunium, keramik atau plastik, nozzle dari kuningan atau plastik baik untuk digunakan walaupun yang dari kuningan adalah yang terbaik dan tahan lama. c. Aksesoris. Banyak aksesoris yang berguna dan dapat dipasang pada alat semprot untuk meningkatkan effisiensi dan ketepatan antara lain : i. Saringan. Untuk mencegah tersumbatnya nozzle, saringan stainlees steel 50 mesh harus dipasang di tangki yang bersih sebelum pemicunya dipasang. ii. Pengukuran Tekanan. Alat ini digunakan untuk mengkalibrasi alat semprot dan mempertahankan tekanan semprotan yang tepat. iii. Katup Tekanan. Alat ini memudahkan operator untuk menjaga tekanan semprotan maksimum dalam keadaan konstan iv. Elbow joint. Elbow joint dipasang di ujung tangkai semprot untuk mengatur sudut proyeksi semprotan yang diinginkan. v. Pengaman. Pengaman khusus mengatur pola semprotan harus dipasang untuk spot spraying yang berdekatan dengan hamparan kacangan, mangkuk plastik lateks atau kaleng dengfan ukuran yang sama dapat digunakan sebagai pengaman. Herbisida Piringan Tujuan utama Pengendalian Gulma adalah menyediakan tempat tumbuh pohon Kelapa Sawit yang bersih dengan cara pengelolaan yang baik dan ekonomis Pengendalian gulma di sekitar piringan tanaman kelapa sawit yang menggunakan gramozon yang berbahan aktif gramaquat. Kegiatan di areal TM ini dibimbing langsung oleh Asisten Manager, asisten divisi dan mandor Lapangan masing-masing divisi
Pengendalian gulma merupakan aspek yang penting dalam pemeliharaan TM kelapa sawit. Pengendalian gulma bertujuan mengurangi terjadinya kompetensi terhadap tanaman pokok, memudahkan pelaksanaan pemeliharaan dan mencegah berkembangnya hama penyakit tertentu. Menurut Muzik dalam Amarilis (2009) gulma dapat menyebabkan kehilangan hasil panen yang besar dari pada kehilangan hasil panen yang disebabkan oleh serangga maupun penyakit tanaman. Menurut Setyamidjaja (2006) jenis – jenis gulma yang tumbuh pada perkebunan kelapa sawit banyak macamnya. Secara garis besar jenis gulma yang dijumpai di perkebunan kelapa sawit dapat digolongkan menjadi dua yaitu gulma berbahaya dan gulma lunak. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti manual, kimia dan kultur teknis. Menurut Tjitrosidirjo dalam Setyamidjaja (2006) pengendalian gulma pada perkebunan kelapa sawit yang dilaksanakan secara terpadu, yaitu mengkombinasikan cara manual, kimia dan hayati dapat membawa hasil yang baik.

 BAB V PENUTUP

 A. Kesimpulan Pemeliharaan tanaman TM (tanaman menghasilkan) merupakan bagian dari teknik budidaya kelapa sawit. Aspek yang penting dalam pemeliharaan TM kelapa sawit adalah penunasan, pemupukandan pengendalian gulma. Pemupukan yang dilakukan pada fase TM untuk peningkatan pertumbuhan generatif atau produksi. Pengendalian gulma di sekitar piringan kelapa sawit dilakukan agar pemupukan lebih efisien. Penunasan dilakukan terhadap pelepah yang sudah tidak produktif lagi.
 B.Saran 
1. Perlu adanya penambahan waktu magang karena banyak kegiatan yang tidak dapat diikuti karena sempitnya waktu. 
2. Perlu adanya rolling peserta magang antar afdeling agar peserta magang dapat mengetahui berbagai kondisi di setiap afdeling. 
3. Perlu adanya perancangan dan penjadwalan kegiatan magang mahasiswa dengan baik. 4. Perlu ditingkatkan kerjasama dalam bidang pendidikan tentang dunia perkebunan dengan institusi perguruan tinggi, sehingga banyak menarik minat mahasiswa. 

DAFTAR PUSTAKA 
Adiwiganda, R. dan M. M. Siahaan. 1994. Tanah dan Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit. Lembaga Pendidikan Perkebunan. Kampus Meda. Medan. 68 hal.
 Adje, R. 2008. Budidaya kelapa sawit. http://pekaspku.blogspot.com. (23 Maret 2011).
 Fauzi.Y, Widyastuti.E, Satyawibawa.Y. 2008. Kelapa Sawit. Jakarta : Penebar Swadaya. Setyamidjaja, D. 2006. Kelapa Sawit, Teknik Budidaya, Panen, Pengolahan. Kanisius. Yogyakarta.
 Sutarta, E. S. S. Rahutomo, W. Darmosarkoro, dan Winarna.2003. Peranan Unsur Hara pada Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit, hal. 81-92.
 Syukur, Suhaimi. 1984. Pengaruh In Breeding Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Pada Tanaman Kelapa Sawit di Marihat Research Station. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Medan.



Share on Google Plus

About bambang arsyiogie

Merintis Jejak, Merajut Cita, Menebar Pesona .

HP. 085758072206

0 komentar: